Rabu, 20 Maret 2013

Hamil Kembar

Kiat Menjalani Hamil Kembar dengan Aman


Kehamilan kembar merupakan keistimewaan tersendiri bagi ibu hamil dan keluarga. Istimewa bukan hanya karena keadaan kembarnya, namun juga perhatian intensif yang harus diberikan bagi ibu hamil kembar.

Hamil kembar atau disebut juga kehamilan ganda atau kehamilan multipel, yaitu suatu keadaan terdapatnya dua janin atau lebih dalam rahim seorang ibu hamil.

Kehamilan kembar termasuk dalam kelompok kehamilan yang dinilai berisiko, namun demikian kehamilan kembar yang mendapat perhatian secara intensif sejak awal akan dapat melewati masa kehamilan dengan aman. Pengalaman merawat kehamilan kembar dan menolong proses persalinan kembar pada umumnya berlangsung lancar sejauh ibu hamil taat terhadap anjuran dari tenaga kesehatan. Berikut ini adalah hal-hal yang sering menjadi pertanyaan para ibu yang hamil kembar dan apa yang perlua dilakukan seorang ibu dengan kehamilan kembar agar berlangsung aman hingga menjelang saat persalinan?

Apa tanda-tanda seorang ibu mengalami hamil kembar?

Kehamilan kembar sesuai dengan penyebab salah satunya  adalah keturunan. Pada ibu hamil yang mempunyai keturunan kehamilan kembar, merasakan pembesaran perut tidak sesuai dengan usia kehamilan, merasakan gerakan anak lebih banyak,  mual dan muntah yang berlebihan akibat tingginya hormon kehamilan, kenaikan berat badan yang berlebihan dibandingkan kehamilan tunggal.

Tanda  -tanda yang disebutkan oleh ibu hamil ini tidak cukup menjadi jaminan bahwa ia memang hamil kembar. Pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk menentukan diagnosa pasti. Bidan dapat menemukan dua detak jantung janin di dua tempat saat memeriksa perut ibu hamil, teraba ada bagian bagian yang menunjukkan dua atau lebih janin dalam rahim ibu, lalu disimpulkan dengan pemeriksaan alat USG untuk memastikan bahwa ibu tersebut memang hamil kembar. Dengan bantuan alat USG kehamilan kembar sudah bisa dideteksi lebih awal pada kehamilan 12 minggu.

Apa yang harus dilakukan ibu dengan kehamilan  kembar?

Sebagaimana kehamilan tunggal maka kehamilan kembar juga membutuhkan pemantauan  yang baik sejak dini. Pemeriksaan kehamilan kembar secara rutin dan teratur diperlukan untuk menghindari komplikasi atau penyulit yang bisa timbul pada kehamilan kembar. Ibu hamil kembar disarankan memeriksakan kehamilan kepada bidan atau dokter kandungan sedikitnya 4 kali pemeriksaan selama kehamilan.

Pada kehamilan kembar kunjungan Antenatal Care akan lebih sering dijadwalkan, ikuti semua saran dan petunjuk dari bidan atau dokter agar kehamilan berlangsung aman. Memperhatikan perubahan-perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan, meningkatkan asupan makanan bergisi terutama yang mengandung asam folat dan zat besi, memenuhi kebutuhan istirahat dan tidur yang cukup, relaksasi dan mengikuti senam hamil seijin dokter atau bidan yang merawat.

Bila mengalami anemia saat hamil kembar, apa yang perlu diperhatikan?


Kehamilan kembar memang salah satunya akan membutuhkan asupan zat besi dan asam folat lebih tinggi dari kehamilan tunggal.Bila asupan makanan bergisi terutama yang mengandung asam folat dan zat besi ini tidak tercukupi akan berpotensi meningkatkan resiko terjadinya anemia pada ibu hamil yang ditunjukkan dengan hasil pemeriksaan kadar haemoglobine yang rendah kurang dari 11 gram %. Dalam kunjungan pemeriksaan kehamilan ibu akan mendapatkan suplemen zat besi. Kebutuhan akan zat besi ini juga dapat diperoleh dengan cara :

Sayuran yang berwarna hijau tua seperti bayam, kangkung, daun singkong, juga terdapat zat besi dalam kuning telur, kacang tanah, kurma,ikan laut, daging, hati, ayam, biji-bijian dan sebagainya.
   
Pemenuhan vitamin C secara alami juga akan membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh ibu hamil. Sedapat mungkin ibu minum tabelt zat besi disertai dengan minum jus buah segar seperti buah tomat atau jeruk.

Saat minum tabelt zat besi tidak boleh bersamaan dengan teh atau kopi agar tidak mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh ibu hamil.

Taat minum tablet zat besi sesuai dengan petunjuk bidan  dan tidak diperkenankan menambah sendiri suplemen/tablet zat besi tanpa saran dan dosis yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan selama kehamilan.

Benarkah kehamilan kembar dapat menyebabkan persalinan prematur?
Kehamilan kembar memang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya persalinan preterm yakni persalinan sebelum janin memasuki kehamilan cukup bulan. Distensi rahim berhubungan dengan peregangan dan tekanan berlebihan pada rahim akibat  hamil kembar  dengan dua janin atau lebih. Distensi inilah yang menimbulkan terjadinya kontraksi lebih dini, sehingga memicu kejadian persalinan prematur.

Ibu hamil tidak perlu merasa cemas berlebihan, yang paling utama adalah memperhatikan kesehatan fisik dan persiapan psikologis bila memang persalinan akan dimulai lebih awal dibanding kehamilan tunggal. Pada kehamilan dengan dua bayi waktu persalinan dapat terjadi hinggak kehamilan memasuki usia 37 minggu bila tidak ada komplikasi perdarahan selama kehamilan, sedangkan pada kehamilan kembar 3 bisa dipertahankan hingga kehamilan memasuki usia 34 minggu atau lebih dengan pengawasan dokter kandungan.

Untuk mengurangi risiko persalinan prematur sedapat mungkin memenuhi kebutuhan istirahat yang cukup  dan tidak terlalu lelah saat bekerja agar tidak merangsang timbulnya kontraksi rahim. Pada keadaan di mana kontraksi rahim terjadi sedangkan usia kehamilan masih di bawah 32 minggu adakalanya rawat inap diperlukan untuk memberikan obat-obat relaksasi mengurangi kontraksi rahim dan ibu bedrest total di rumah sakit.

Perlu diperhatikan pada kehamilan kembar yang berisiko persalinan prematur adalah  wajib memeriksakan diri kepada tenaga kesehatan dan mempersiapkan diri  bila  sewaktu waktu dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan. Rumah sakit yang memiliki fasilitas perawatan bayi prematur secara intensif menjadi salah satu pertimbangan bagi ibu yang melahirkan bayi kembar.

Bagaimana cara menjaga kesehatan mental selama menjalani kehamilan kembar?
Hamil kembar merupakan sebuah anugerah istimewa yang tidak dapat dialami setiap orang. Ibu hamil kembar perlu menjaga kesehatan tubuh terutama kesehatan mental dan spiritual, agar kehamilan kembar berlangsung dengan bahagia, aman dan nyaman. Upaya yang dapat dilakukan antara lain mencari informasi pengalaman positif seputar kehamilan kembar. Bergabung bersama kelas ibu hamil atau saling tukar pengalaman antar sesama ibu yang pernah mempunyai riwayat kehamilan dan persalinan  kembar.

Ada banyak pengalaman berbeda dari setiap ibu hamil kembar dan pengalaman tersebut akan memanbah wawasan ibu hamil kembar serta dapat berbagi rasa. Bila ada kesempatan mengikuti kelas senam ibu hamil manfaatkan kesempatan tersebut. Sekali waktu sempatkan untuk  bersama - sama ibu hamil lain berlatih relaksasi di kelas yoga atau philates ibu hamil.

Nikmati setiap perubahan dengan hati penuh syukur. Jalani apapun  saran bidan atau dokter dengan keihklasan hati seorang ibu yang penuh cinta, kendari harus melalui masa-masa bed rest bila diperlukan. Penentuan proses persalinan sangat tergantung dari kondisi kehamilan dan komplikasi yang menyertai. Baik persalinan spontan alami maupun operasi sectio caesarea tetap memerlukan persiapan mental dan stamina yang baik  agar dapat melewati persalinan dengan tenang di dukung dengan berdoa agar semua berlangsung  aman dan lancar, ibu dan bayi dalam keadaan sehat.

Apa peran  suami bila istri hamil kembar?
- Memberi dukungan psikologis selama kehamilan berlangsung terutama bila mengalami komplikasi atau perawatan bed rest untuk beberapa waktu di rumah sakit.
   
- Membantu memperhatikan pemenuhan makanan bergisi selama kehamilan berlangsung,misalnya mengingatkan bila ibu hamil lupa minum susu atau terlambat makan, tidak teratur minum  vitamin selama kehamilan.

- Memperhatikan  keadaan ibu hamil kembar yang membutuhkan konsultasi lebih lanjut kepada tenaga kesehatan  misalnya bila ibu hamil mengalami mual muntah berlebihan hingga tidak ada asupan makanan sama sekali, ibu hamil kembar mengalami sesak nafas, kontraksi terus menerus, keluhan pusing dan mata berkunang-kunang, mengalami perdarahan.

- Mencatat nomor-nomor penting yang berhubungan dengan persiapan pendampingan ibu hamil, misalnya telepon rumah sakit, dokter dan bidan atau anggota keluarga yang bisa diminta bantuan bila sewaktu waktu perlu bantuan.

Semoga bermanfaat

Salam hangat

Bidan Romana Tari

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar