Tampilkan postingan dengan label SELEB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SELEB. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2013

Komedian Tata Dado Meninggal Dunia

Komedian Tata Dado Meninggal Dunia

metrotvnews.com
Komedian Tata Dado meninggal dunia pada Senin (18/3/2013) setelah berjuang melawan penyakit komplikasi beberapa tahun belakangan ini. Sejumlah kicauan belasungkawa pun mengalir deras di situs jejaring sosial. 

Kebenaran kabar meninggalnya Tata Dado dibenarkan oleh Ozi, salah satu anggota keluarganya.

"Iya bener (meninggal), sekitar pukul 16.30," ujar Ozi ketika dihubungi Kompas.com, Senin.

Beberapa jam sebelumnya, santer dikabarkan bahwa Tata telah meninggal. Namun, hal tersebut sempat dibantah Ozi. Ia menegaskan kabar itu hanyalah hoax.
Namun, setelah melihat langsung kondisi terakhir Tata, Ozi akhirnya membenarkan kabar tersebut. "Saya sedang ada di rumah duka, tadi saya bilang hanya gosip. Sekarang sudah ada buktinya," kata Ozi seraya terisak.

Bintang komedi situasi Lenong Rumpi itu menderita stroke dan diabetes sejak satu tahun lalu. Ia sempat dirawat di rumah sakit, tetapi tidak menunjukkan banyak perubahan. Tata Dado akhirnya dirawat di rumahnya di kawasan Kalimalang, Bekasi.

Beberapa kicauan kini masih ramai dengan pernyataan dan doa mengiringi Tata ke peristirahatan terakhirnya.

"Rest in peace, tata dado :( info dari rim bukan empat mata yang baru saja menjenguk tata di rumah pribadinya," tulis akun @mochamadrizki.

Ucapan belasungkawa pun datang dari Pesatuan Artis Komedi Indonesia. "INFO DUKA CITA ... Innalillahi waa innalillahi rojiiuun Telah meninggal dunia rekan seniman kita TATA DADO pada hari Senin Tgl. 18 Maret 2013. Jenazah disemayamkan rumah duka dialamat: Taman galaksi bekasi barat Kami dari Pengurus PaSKI Pusat dan DKI turut berduka sedalam-dalamnya semoga arwah almarhum diterima Allah SWT," demikian bunyi pesan berantai tersebut, Senin (18/3/2013).

Kamis, 07 Maret 2013

Bela Raffi, Hotma Sitompul Kasih Gratis

Bela Raffi, Hotma Sitompul Kasih Gratis


Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto, dalam jumpa pers di Kantor BNN, Jakarta, menunjukkan barang bukti narkoba yang ditemukan saat penggerebekan di rumah Raffi Ahmad, Minggu (27/1/2013). BNN menangkap 17 orang dalam operasi penggerebekan narkoba di rumah Raffi Ahmad.
Hotma Sitompul memastikan dia akan membela Raffi Ahmad. Menurut pengacara kondang tersebut, Raffi yang memintanya membela dia."Kedatangan saya ke sini untuk memberikan bantuan hukum kepada Raffi. Saya tegaskan juga dalam hal ini kami tidak sedikit pun menerima uang dalam memberikan bantuan hukum kepada Raffi," Ujar Hotma usai menjenguk Raffi di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (5/2/2013) sore.
Menurut Hotma, Raffi Ahmad sebaiknya direhabilitasi. Sebab, Raffi merupakan salah satu aset nasional, artis multitalenta yang masih diidolakan banyak orang.
Selain itu, kondisi Raffi perlu dikembalikan agar tidak semakin terpuruk, supaya nantinya dia dapat kembali menghiasi kaca hiburan nasional. Hotma juga berjanji akan memberikan pembelaan yang terbaik bagi Raffi.

BNN Kirim Raffi ke RSKO Cibubur

BNN Kirim Raffi ke RSKO Cibubur


Rahmat Harahap, pengacara Raffi Ahmad, saat memberikan keterangan pers di Gedung BNN, Jakarta.
Badan Narkotika Nasional (BNN) terus melengkapi berkas kasus penyalahgunaan narkotika yang menimpa Raffi Ahmad. Rencananya, presenter acara musik layar kaca itu akan dirujuk ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur.

Kepala Humas BNN, Komisaris Besar (Pol) Sumirat Dwiyanto mengungkapkan, tersangka Raffi akan mulai menjalani pemeriksaan kesehatan di RSKO Cibubur, Kamis (7/2/2013) ini. BNN akan mencari second opinion (pendapat kedua) tentang kondisi kesehatannya setelah ditetapkan menjadi tersangka.

"Di BNN kan juga diperiksa sama dokternya, di RSKO untuk mendapatkan second opinion tentang kesehatan yang bersangkutan," ujar Sumirat kepada Kompas.com usai menggelar pemusnahan barang bukti kasus penyelundupan sabu di BNN, Kamis (7/2/2013) pagi.

Di BNN, lanjut Sumirat, tim dokter atau konselor Raffi hanya melakukan penanganan kesehatan secara umum dan spesifik penyalahgunaan narkotika. Sementara di RSKO, Raffi akan menjalani pemeriksaan aspek psikis dari dokter.

"Jadi RA masih menjalani pemeriksaan secara mendalam untuk mendapatkan data yang lebih mendalam untuk menentukan langkah BAP (Berita Acara Pemeriksaan) selanjutnya," lanjutnya.

Sumirat melanjutkan, pemeriksaan kesehatan di RSKO hanya berlangsung selama satu hari. Setelah selesai menjalani pemeriksaan, Raffi akan dikembalikan lagi ke penyidik BNN untuk melanjutkan proses BAP yang hampir final.

Dihubungi terpisah, kuasa hukum Raffi Ahmad, Rahmat Harahap, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, langkah BNN dalam mengirimkan kliennya ke RSKO adalah bagian dari asesmen kesehatan yang menjadi salah satu aspek dalam kelengkapan BAP.

"Ya benar, hari ini memang ada asesmen kesehatan. Sebenarnya BAP-nya sudah selesai, tinggal menunggu ini," lanjutnya.

Berdasarkan informasi dari BNN, lanjut Rahmat, hari ini BNN telah berkirim surat permohonan kelengkapan berkas (P21) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Tahap selanjutnya tinggal mengirimkan barang bukti berikut tersangka.

Bella Berdoa untuk Raffi Ahmad

Laudya Cynthia Bella Berdoa untuk Raffi Ahmad


Bukan Bintang Biasa: Raffi Ahmad, Ayu Shita, Laudya Cynthia Bella, Chelsea Olivia, Dimas Beck
 Sejak ditahan pada Minggu (27/1/2013) Raffi Ahmad mendapat banyak dukungan moril dari rekan sesama artis, yang datang menjenguknya. Sayang Laudya Cynthia Bella belum sempat menjenguk, padahal serakn segrupnya di BBB (Bukan Bintang Biasa) plus Melly Goeslaw dan Anto Hoed sudah menjenguk Raffi pada Jumat (1/2/2013).

"Insya Allah mau. Aku nggak dikabarin saat mereka berkunjung ke BNN," ucap Bella ketika ditemui dalam pemutaran film Belenggu di Gandaria City, Jakarta, Selasa (5/2/2013).

Bella mengaku akan segera mengunjungi Raffi yang saat ini masih menjalani penahanan terkait kasus kepemilikan narkoba yang dituduhkan kepadanya. Hanya saja, ia  belum tahu kapan tepatnya akan mengunjungi Raffi.

Atas kasus yang menimpa Raffi, Bella hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk sahabat yang juga mantan kekasihnya tersebut. "Kita doain aja, namanya orang sedang tertimpa musibah kita harus prihatin, bukan tugas kita buat menghakimi, kita doakan saja yang terbaik, dia sehat, amin," harapnya.

Raffi Mengigaukan Nama Yuni

Farhat Abbas: Kalau Tidur, Raffi Mengigaukan Nama Yuni


Pembawa acara, artis peran, dan penyanyi Raffi Ahmad hadir dalam pertunjukan bertajuk A Night with the Star, di Ballroom Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (1/3/2011) malam.
Hubungan Raffi Ahmad dengan Yuni Shara memang sudah kandas beberapa bulan lalu. Namun, empat tahun menjalin hubungan bukan hal yang mudah buat Raffi melupakan Yuni begitu saja.

Menurut cerita pengacara Farhat Abbas, Raffi laki-laki yang kuat, tetapi putus dari Yuni Shara membuatnya melemah. Bahkan, tambah Farhat, Raffi belum juga bisa melupakan Yuni. Terbukti, saat tidur di Rumah Tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN), Raffi masih mengigau dan menyebut nama Yuni selama ditahan di Rumah Tahanan BNN, Cawang, Jakarta Timur.

"Bukan Raffi yang curhat soal Yuni. Tapi, penyidiknya yang cerita sama saya. Kalau tidur, Raffi mengigau dan menyebut nama Yuni," kata Farhat saat ditemui tabloidnova.com di Cawang, Jakarta Timur, Selasa (5/2/2013). Menurut Farhat, Raffi membutuhkan Yuni.

Kuasa Hukum: Raffi Bilang, Farhat "Ngaco"

Kuasa Hukum: Raffi Bilang, Farhat "Ngaco"


Raffi Ahmad berlatih bersama Daud Jordan di Atrium Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Rabu (13/4/2011).
Pembawa acara musik di layar kaca Raffi Ahmad menyangkal bahwa ia mengigaukan nama Yuni Shara, mantan kekasihnya, ketika tidur di ruang tahanan gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta Timur. Adalah pengacara Farhat Abbas yang menyampaikan kabar itu kepada media belum lama ini. Farhat ketika itu mengatakan, ia telah menerima informasi tersebut dari seorang penyidik BNN."Raffi bilang, 'Bang, tolong kasih tahu sama media, ngaco itu saya ngigau manggil nama Yuni," ujar Rahmat Sorialam Harahap, kuasa hukum Raffi, di gedung BNN, Kamis (7/2/2013).
Namun, lanjut Rahmat, Raffi menyampaikan pernyataannya tersebut sambil bergurau, tidak dengan marah. "Ya Raffi kan orangnya suka bercanda. Dia bilang itu sambil ketawa saja, 'Ah, ngaco itu Farhat,'" ujar Rahmat lagi.
Farhat menyampaikan kabar tersebut kepada media sehabis ia mengunjungi Raffi pada Selasa lalu (5/2/2013). "Bukan Raffi yang curhat soal Yuni. Tapi, penyidiknya yang cerita sama saya. Kalau tidur, Raffi mengigau dan menyebut nama Yuni," cerita Farhat ketika itu.

Raffi Menolak Bertemu Yuni Shara

Raffi Menolak Bertemu Yuni Shara

Raffi Ahmad-Yuni Shara
Perasaan cinta Raffi Ahmad kepada perempuan yang begitu dicintainya, Yuni Shara, rupanya berbekas luka yang sangat mendalam. Tengok saja, niat baik Yuni untuk menjenguk Raffi di penjara Badan Narkotika Nasional (BNN) tak disambut hangat oleh presenter Dahsyat ini. Raffi menolak kedatangan Yuni. Hal ini diungkapkan kuasa hukum Raffi, Hotma Sitompul. "Raffi keberatan ketemu sama Yuni. Raffi bilang, 'Enggak mau ah, Bang. Bilang ke Yuni, dia sudah tahu apa yang dia perbuat terhadap saya'. Itu perkataan Raffi yang saya pastikan tidak saya kurang-kurangi dan tidak saya lebih-lebihkan," ujar Hotma seperti dikutip tabloidnova.com di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (15/2/2013).
Untuk menyampaikan niat baik Yuni, Hotma pun berusaha membujuk Raffi. Sayang, pria yang menjadi tulang punggung keluarganya ini menolaknya dengan tegas.
"Saya bilang ketemu dong, Raffi. Saya akan berusaha melakukan yang terbaik buat klien saya. Makanya, saya bilang ke penyidik BNN, 'Orang itu (Yuni) enggak boleh ketemu sama Raffi, soalnya klien saya tidak mau ketemu'," ujar Hotma.
Setelah memberi pesan kepada petugas, Hotma pun menyampaikan pesan Raffi kepada Yuni yang menunggunya di pintu petugas lantai atas Gedung BNN. "Saya ketemu Yuni dan saya sampaikan ke Yuni sesuai dengan yang dikatakan Raffi," ucapnya.

Amy Angkat Bicara soal Kedekatan Raffi-Wanda

Amy Angkat Bicara soal Kedekatan Raffi-Wanda

Amy Qanita, ibu Raffi Ahmad, menjenguk putranya di gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Rabu (30/1/2013).
Amy Qanita, ibunda Raffi Ahmad, mulai angkat bicara seputar kabar kedekatan antara Raffi dan Wanda Hamidah, mantan news anchor yang kini menjadi politisi. Menurutnya, kedekatan yang terjalin di antara mereka tak menunjukkan sesuatu yang spesial.

"Saya melihatnya enggak ada kedekatan spesial sampai saat ini," tepis Amy saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (19/2/2013). 

Belakangan ini, kabar kedekatan antara Raffi dan Wanda memang kian tak terbantahkan. Baru-baru ini, beredar foto yang memperlihatkan kedekatan di antara keduanya. Bahkan, santer diberitakan kepindahan Raffi dari Gedung BNN ke pusat rehabilitasi di Lido, Sukabumi, disebut-sebut ditemani Wanda. 

Saat disinggung mengenai hal itu kepada Amy, dia tidak mau berbicara banyak. Dia sendiri mengaku tidak mengantarkan anaknya ke Lido karena ada sesuatu hal yang harus dilakukannya. 

"Saya ada hal yang penting dari sekadar mengantar Raffi ke Lido. Saya justru menelepon saksi ahli semalam," kata Amy.

Sementara itu, Wanda, yang ditemui di lokasi terpisah, enggan menjawab panjang seputar kedekatannya dengan Raffi.  "Seperti teman biasa saja. Saya enggak mau ngomong kalau soal pribadi, saya mau ngomong kalau sebagai kapasitas saya sebagai anggota dewan," kata Wanda sambil berlalu saat ditemui seusai mengisi acara di Kompas TV, Selasa (19/2/2013).

Ibu Raffi: Anak Saya seperti Teroris

Ibu Raffi: Anak Saya seperti Teroris


Amy Qanita, ibu Raffi Ahmad, menjenguk putranya di gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Dalam dua sidang praperadilannya yang terdahulu, Selasa (5/3/2013) dan Rabu (6/3/2013) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), pembawa acara dan artis peran Raffi Ahmad tidak dihadirkan. Ibunda Raffi, Amy Qanita, menyesalkan hal tersebut.

Amy menilai anaknya diperlakukan seperti teroris karena tak kunjung didatangkan ke sidang-sidangnya dengan berbagai alasan, termasuk keamanan.

"Ya Allah, anak saya kok kayak teroris, penjahat ya. Kalau enggak dihadirkan tuh kok kayak teroris ya, sedih banget," kata Amy dalam wawancara di PN Jaktim, Kamis (7/3/2013).

Ibu tiga anak ini juga mengaku lelah setiap pagi mendatangi PN Jaktim, yang berada cukup jauh dari kediamannya. Namun, ia tidak akan menyerah untuk memberi dukungan kepada Raffi.

"Lelah, menguras tenaga dan pikiran ya setiap hari. Tapi, saya siap berkorban sampai titik darah penghabisan untuk anak saya," tekannya.

Amy, yang mengenakan lagi t-shirt putih bergambar wajah Raffi, merasa ada pihak yang menyulitkannya.

"Berupaya meminta keadilan hukum di Indonesia. Hukum di Indonesia ini seperti ini, pengin hukum yang sejati. Oknum-oknum BNN ada yang ingin mempersulit saya dan menghancurkan anak saya," paparnya

Ibu Raffi Percaya Tak Percaya Soal Percakapan "Yuni-Teddy"

Ibu Raffi Percaya Tak Percaya Soal Percakapan "Yuni-Teddy"


Ibunda Raffi Ahmad, Amy Qanita (kanan), menghadiri sidang perdana praperadilan anaknya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (5/3/2013). Sidang ini menggugat penahanan Raffi yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional atas dugaan menggunakan narkoba.

Ada yang percaya, ada pula yang tidak, berkait dengan transkrip isi percakapan lewat SMS yang diduga dilakukan oleh penyanyi Yuni Shara dengan Teddy Minahasa Putra, Kapolresta Malang, Jawa Timur. Ibunda Raffi Ahmad, Amy Qanita, juga tidak mengiyakan atau membantah. Ia mengembalikan hal itu kepada publik.

"Ya percaya enggak percaya. Biar masyarakat (yang menilai). Saya serahkan lagi kepada pikiran masing-masing-lah," kata Amy ketika diwawancara di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (7/3/2013).

Amy juga menyampaikan kekecewaannya karena tidak bisa melihat Raffi hari ini. Lagi-lagi putranya itu tidak didatangkan ke sidang praperadilannya, karena, menurut pihak Badan Narkotika Nasional (BNN), tidak ada kewajiban atau undang-undang yang mengharuskan principal (Raffi) dihadirkan.

"Kemarin waktu tengok Raffi sempat bilang, 'Ma, aku pengin dateng ya,' tapi tadi dibilang bahwa Raffi enggak perlu dihadirkan, padahal Raffi ingin dihadirkan," sesal Amy.

Setali tiga uang dengan Amy, sahabat yang juga rekan seprofesi Raffi, Luna Maya, memertanyakan ketidakhadiran Raffi. Ia juga enggan berkomentar banyak mengenai isi perbincangan lewat SMS yang diduga dilakukan oleh Yuni dengan Teddy.

"Enggak tahu nanti salah ngomong lagi, enggak tahu deh," ujar Luna.

Melly Goeslaw Tunda Pekerjaan Demi Raffi Ahmad

Melly Goeslaw Tunda Pekerjaan Demi Raffi Ahmad


Artis musik Melly Goeslaw (39) terlihat sangat peduli terhadap apa yang dialami oleh pembawa acara, artis peran, dan penyanyi Raffi Ahmad. Ia pernah menjenguk ketika Raffi masih ditahan di Badan Narkotika Nasional (BNN) dan menyiapkan sebuah lagu yang ditujukan untuk Raffi. Bukan itu saja, ia juga selalu mengikuti sidang praperadilan Raffi, yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).
"Kami ingin mendampingi proses hukum ini. Kan, kalau menurut aku, ini musibah buat Raffi. Kalau ada temen kita alami hal ini, masa cuma nonton TV di rumah. Dateng dong!" tegas Melly, yang telah melejitkan Raffi lewat film Bukan Bintang Biasa (BBB) dan grup vokal BBB, ketika diwawancara usai sidang praperadilanketiga Raffi, Kamis (7/3/2013).
Sebisa mungkin Melly hadir dalam setiap sidang Raffi. Bahkan, jika ada pekerjaan yang berbenturan jadwal dengan sidang Raffi pada pagi hingga siang hari, sebisa  mungkin ia akan memindahkan pekerjaan itu ke malam hari. "Sebisa mungkin hadir setiap hari. Kayak tadi, ada pekerjaan pagi, saya pindah jadi malam hari. Kami mengharapkan Raffi dihadirkan. Jadi, jelas, tidak simpang siur," ucap istri dari artis musik Anto Hoed ini.

Sidang Raffi Ahmad Dijaga Intel hingga Provost

Sidang Raffi Ahmad Dijaga Intel hingga Provost


Puluhan penggemar Raffi Ahmad melakukan unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, saat sidang perdana pra-peradilan, Selasa (5/3/2013). Mereka meminta majelis hakim mengabulkan pra-peradilan Raffi dan segera membebaskan Raffi dari kasus dugaan pemakaian narkoba yang dituduhkan Badan Narkotika Nasional.
Sidang lanjutan praperadilan Raffi Ahmad, Jumat (8/3/2013), di Pengadilan Negeri Jakarta Timur mendapat penjagaan khusus dari pihak kepolisian. Sekitar 80 personel gabungan diterjunkan dari Polsek Cakung dan Polres Jakarta Timur."Polsek Cakung bergabung dengan Polres Jakarta Timur. Ada intelnya, Serse, dan Provost," terang Kapolsek Cakung, Kompol Azhar Nugroho, di PN Jakarta Timur.
Penjagaan itu dilakukan untuk mengantisipasi yang tak diinginkan. Mengingat setiap kali sidang praperadilan Raffi berlangsung selalu menjadi sorotan masyarakat. Seperti kemarin, Kamis (7/3/2013), pendukung Raffi sempat gaduh di ruang sidang. Mereka meneriakkan yel-yel sembari berdiri di atas bangku.
"Kemarin iya sampai masuk. Ganggu persidangan ya," ucapnya.
Pihak kepolisian barusan sempat melarang pendukung presenter kondang itu memasuki ruang sidang. Sidang terbuka untuk umum namun akhirnya dibolehkan dengan catatan jangan sampai mengganggu persidangan.
Majelis hakim juga mengimbau hal yang sama kepada para pendukung Raffi yang ingin menyaksikan jalannya sidang. Mereka kemudian masuk dengan tenang dan tertib.

Nikita Mirzani: Jupe Enggak Bisa Dihubungi

Nikita Mirzani: Jupe Enggak Bisa Dihubungi

Keberadaan artis peran dan penyanyi dangdut Julia Perez alias Jupe masih menjadi teka-teki. Ia tak pernah "beredar" lagi, termasuk muncul di layar kaca. Itu terjadi sejak pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Timur mencarinya, karena ia harus menjalani hukuman kurungan selama tiga bulan di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, berkait dengan kasus penganiayaan terhadap rekan seprofesinya, Dewi Perssik.
Sebagai seorang teman, artis peran Nikita Mirzani pun mengaku tak bisa menghubungi Jupe. "Kak Jupe lagi enggak tahu di mana, lagi enggak bisa dihubungi. Enggak tahu lah Kak Jupe. Bingung kalau bicara Kak Jupe," tuturnya di kawasan Cileduk, Tangerang, Sabtu (2/3/2013).
Sebelum Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Jupe dan melayangkan surat panggilan kepada Jupe, aku Nikita lagi, Jupe masih mudah ditelepon, termasuk pada awal shooting film Pokun Roxy.
"Aku kan meranin tokoh Jupe di (film) sini, ya sebelumnya ngomong dulu, 'Mpok (Jupe), gue dapet peran nih jadi Jupe, ya udah, paling bercanda-bercanda," cerita Nikita, yang sedang menjadi tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan dalam sebuah perkelahian di salah satu klab malam di Jakarta.

Agnes Monica dan Ronald Steven

Agnes Monica Pajang Fotonya Memeluk Pemain Bas Ronald Steven


Agnes Monica dan Ronald Steven
Agnes Monica (26) kerap dikabarkan dekat dengan sejumlah pria. Jika beberapa waktu lalu Agnes digosipkan berpacaran dengan pebasket Denny Sumargo, kini ia malah memajang beberapa fotonya di Instagram bersama seorang lelaki berkacamata yang belakangan diketahui bernama Ronald Steven (27).

Dua dari beberapa foto itu memperlihatkan Agnes sedang memeluk sang pemain bas, pencipta lagu, dan music director tersebut. Foto-foto tersebut langsung dikomentari oleh 10 ribuan follower-nya di Twitter. Banyak dari mereka yang menanyakan siapa gerangan Steven dan apa hubungannya dengan Agnes. "Itu siapa Nez," tanya pemilik akun Neezarzaer. "Ada deh, hahahahhaah," balas Agnes.

Tak cuma penggemar Agnes yang "berkicau". Vokalis Dewi Sandra pun ikut berkomentar atas foto-foto itu. "Aku sangat senang melihat kalian berdua bersama-sama," tulis Dewi. (Okki)

Fatin jangan buka jilbab

Bimbim "Slank": Fatin Jangan Goyang, Jangan Buka Jilbab


Band Slank, dengan formasi Kaka, Bimbim, Abdee Negara, Ridho Hafiedz, dan Ivanka, tampil sebagai bintang tamu pada malam Gala Show (babak eliminasi) kedua X Factor Indonesia, yang digelar di Studio 8 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (1/3/2013) malam.
Slank--Kaka (vokal), Abdee Negara (gitar), Ridho Hafiedz (gitar), Ivanka (bas), dan (Bimbim (drum)--Jumat malam lalu (1/3/2013) tampil sebagai bintang tamu dalam Gala Show X Factor Indonesia. Mereka mengaku mendukung Fatin Shidqia Lubis, salah seorang peserta kontes nyanyi di layar kaca tersebut.Setelah membawakan lagu "Kuil Cinta",  Slank diajak berbincang-bincang oleh pembawa acara itu, Robby Purba. Ketika ditanya mengenai siapa kontestan lomba tersebut, Slank mengeluarkan satu suara lewat Kaka dan Bimbim, senada dengan banyak penonton di Studio 8 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tempat penyelenggaraan kontes itu.
"Little girl with jilbab," kata Kaka. "Fatin jangan goyang, jangan buka jilbab" pesan Bimbim.
Slank juga berujar bahwa menjadi diri sendiri merupakan hal terpenting. Mereka berharap masing-masing kontestan tetap menjadi diri sendiri dan bisa menancapkan bendera dalam industri musik Tanah Air nantinya.
Malam itu Fatin tampil lebih ceria dengan lagu "Pudar", yang telah dipopulerkan oleh mentornya, Rossa.

Wanita yang Mengaku Laporkan Raffi Meminta Maaf ke Yuni

Wanita yang Mengaku Laporkan Raffi Meminta Maaf ke Yuni


Yuni Shara di lokasi shooting klip video lagu barunya, "Gantengnya Pacarku", di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (28/1/2013).
Vokalis Yuni Shara, mantan kekasih pembawa acara dan artis peran Raffi Ahmad, sempat disebut-sebut sebagai orang yang melaporkan Raffi ke pihak Badan Narkotika Nasional (BNN). Namun, hal tersebut dibantah oleh wanita dengan nama berinisial R. Wanita itu juga mengaku bertanggung jawab atas pelaporannya tersebut."Saya masyarakat biasa. Pada tanggal 16 Februari (2013), hari Sabtu, saya menelepon YS (Yuni Shara) dan saya mengatakan kalau saya yang memberi tahu Raffi kepada petugas BNN," kata R ketika diwawancara melalui ponsel kuasa hukumnya, Pryagus Widodo, Senin (25/2/2013).
R mengaku juga membeberkan kepada Yuni bahwa ia yang mengantarkan petugas BNN ke rumah Raffi. Menurutnya, Yuni kaget karena R tidak mengenal dekat Raffi dan Yuni. "Dia kaget. Saya tidak kenal, tidak dekat, dan bukan teman dekat," kata R lagi.
Menurut R, ia membuat pengakuan tersebut karena kasihan kepada Yuni, yang terpojokkan dengan disebut-sebut sebagai orang yang melaporkan Raffi. "Supaya tidak terjadi fitnah, tidak terjadi salah sangka karena Mbak Yuni di sana merasa terpojok karena disebut yang melapor RA itu Yuni," ujar Pryagus.

Dikabarkan, Lewat Percakapan SMS Ini Yuni Laporkan Raffi

Dikabarkan, Lewat Percakapan SMS Ini Yuni Laporkan Raffi


Yuni Shara di lokasi shooting klip video lagu barunya, "Gantengnya Pacarku", di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (28/1/2013).
Dugaan bahwa Yuni Shara memiliki peran sebagai pelapor—sehingga rumah Raffi Ahmad digerebek dan Raffi ditahan oleh pihak Badan Narkotika Nasional (BNN)—muncul kembali ke permukaan. Dugaan itu terangkat lagi karena beredar print out yang menunjukkan percakapan lewat SMS antara pemilik nomor telepon yang disebut bernama Yuni Shara dan pemilik nomor telepon yang disebut bernama Teddy Minahasa, Kapolres Malang, Jawa Timur.

Dalam percakapan itu, pihak yang disebut bernama Yuni memberi informasi kepada pihak yang disebut bernama Teddy mengenai Raffi dan teman-temannya bergaul dengan narkoba di rumah Raffi. 

(Disebut bernama) Teddy Minahasa (30 November 2012, pukul 13.39.34): Oyi, onok arek jenenge Rajiv iku sopo Jeng? Sering sms aku, tapi aku lali sing endi arek e.
(Ya, ada orang namanya Rajiv itu siapa Jeng? Sering sms aku, tapi aku lupa yang mana orangnya)

(Disebut bernama) Yuni Shara (pukul 13.41.23): Kera ngalam india bendino nang oma'e ark cilik iki, jeneng sampeyan sering digowo". Nah awak" lak kenal kabeh rek nang omae iku markas sembarangkalir.
(Arek Malang India, setiap hari ke rumah anak kecil ini (Raffi), nama Anda sering dibawa-bawa. Nah, kita-kita kan kenal semua kalau di rumahnya itu markas segala macam)

Teddy (pukul 13.42.57): Ooalahhh. Kera India gendut itu tah? Cuma kenal aku sepisan tok wkt numpak moge melu grup ku kok. Digrebeg ae engkok hamur e hehehe.
(Oalah. Arek India yang gendut itu toh? Cuma kenal aku sekali saja waktu naik moge ikut grup aku kok. Digerebek saja nanti rumahnya, hehehe)

Yuni (pukul 13.46.05): Sembarangkeler nang kono, de'e lgsung karo bd"i,dodol,smbarang poko'e d stock. Kera" sing wingi nang kono spedaan.
(Segala macam di sana, dia langsung bersama bandar-bandar, jualan, semuanya ada, pokoknya di-stock. Arek-arek yang kemarin di sana naik sepeda motor)

Teddy (pukul 13.46.55): Alamat e ndek endi Ngalam e? Tak intip e, trus tak grebeg.
(Alamatnya di mana di Malang? Saya intip, terus saya gerebek)

Yuni (pukul 13.47.39): loh,,, hamure rafi ker
(Lho, rumah Raffi, Rek)

Teddy (pukul 13.49.11): Hamur e Rafi ndek Mlg tah?
(Rumah Raffi di Malang?)

Yuni (pukul 13.50.36): Jkt sam,,, iku markas'2 kera" iku, arek india iku bendino ndek kono. De'e sering d jkt. Sembarangkalir sam...

(Jakarta, Mas, itu markas arek-arek, arek India itu tiap hari ke sana. Dia sering di Jakarta. Segala macam Mas...)

Teddy (pukul 13.51.38): ooh alahh. Ok Ok, sms en alamat e. Tak sikat e nggawe pasukan BNN. Tak sadap e disek.
(Oalah. Ok ok, sms saja alamatnya. Saya sikat pakai pasukan BNN. Saya sadap saja dulu)

Yuni (pukul 13.52.17): *** (alamat lengkap rumah Raffi dan sebuah nomor telepon selular ditulis dalam pesan)

Teddy (pukul 13.53.11): Oyi Nuwus. Siap dilaksanakan.
(Ya, terima kasih. Siap dilaksanakan)

Yuni (pukul 14.00.44): Suwon sam,,,aku ga pengen mama ku bolak balik melbu sumah sakit mikirn aku d kenek no kro kera iki. Suwon bgt sam

(Terima kasih Mas. Aku enggak pengin Mamaku bolak-balik masuk rumah sakit mikirin aku dibeginikan oleh arek ini (Raffi). Terima kasih banget Mas)

Teddy (pukul 14.01.38): Oyi, tenang ae.
(Ya, tenang saja).

Print out percakapan melalui sms tersebut didapat oleh para peliput seusai sidang praperadilan Raffi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (5/3/2013).

Kuasa Hukum BNN Dukung Tindakan Yuni

Kuasa Hukum BNN Dukung Tindakan Yuni

Dugaan bahwa penyanyi Yuni Shara yang melaporkan adanya kegiatan transaksi narkoba di kediaman mantan pacarnya, Raffi Ahmad, kembali jadi perbincangan. Hal tersebut muncul terkait beredarnya print out SMS antara Yuni Shara dan Teddy Minahasa, Kapolres Malang, Jawa Timur, dua hari belakangan ini.

Lantas benarkah Badan Narkotika Nasional (BNN) menerima laporan dan menggerebek Raffi atas laporan tersebut?

Benny Mamoto, Kepala Deputi Penindakan dan Pemberantasan BNN, menegaskan, pihaknya selama ini banyak menerima laporan mengenai aktivitas tersebut di kediaman Raffi Ahmad. Dari laporan itulah pihaknya baru menindaklanjuti.

"Yang jelas BNN ada call center, semua pegang HP. Informasi ratusan, kadang sampai hang, terima kita dalami. Terima informasi mentah. Mungkin ada info yang TO-nya sama, lengkapi, dalami sampai dinilai cukup, baru kita lakukan penangkapan," kata Benny.

"Soal Raffi ada dari beberapa sumber, termasuk call center. Misal di sana sering ada ini-itu," jawabnya.

Sementara itu, Partahi Sihombing, kuasa hukum BNN, mendukung tindakan Yuni jika itu benar. Baginya, itu hak warga negara untuk melaporkan pengguna narkoba kepada pihak berwajib.

"Laporan boleh dari siapa saja. Kalau ternyata berkembang kasus ini, katanya dari Yuni Shara segala macam, kalaupun benar, enggak ada masalah," jelas Partahi saat diwawancara terpisah.

Debad Rafi tidak muncul

Raffi Tak Muncul Lagi, Debat Terjadi Lagi



Puluhan penggemar Raffi Ahmad melakukan unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur ketika sidang praperadilan yang pertama untuk Raffi, Selasa (5/3/2013), dilangsungkan. Mereka meminta Majelis Hakim mengabulkan praperadilan Raffi dan segera membebaskan Raffi dari kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang dituduhkan oleh Badan Narkotika Nasional.

Meski Majelis Hakim telah meminta Raffi Ahmad hadir dalam sidang praperadilannya yang kedua, Rabu (6/3/2013) pagi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), sang artis tidak muncul dalam sidang itu. Terjadilah perdebatan lagi, seperti sidang praperadilannya yang pertama, Selasa (5/3/2013).

Ketua Majelis Hakim, Sigit Sutriono, menyatakan bahwa pihaknya, atas permohonan tim kuasa hukum Raffi, sudah meminta kepada pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk membawa Raffi dari pusat rehabilitasi di Lido, Sukabumi, Jawa Barat, ke PN Jaktim. "Ada surat kuasa, sudah dikabarkan ke termohon (BNN), pemohon minta Raffi Ahmad didatangkan, tapi kok enggak kelihatan di sini," kata Sigit.

Sebenarnya, untuk sidang praperadilan, Raffi selaku tersangka tidak harus ada dalam sidang itu karena yang diperkarakan dalam sidang tersebut adalah proses penangkapan sampai rehabilitasi, bukan untuk menentukan Raffi terbukti bersalah atau tidak. Namun, tim kuasa hukum Raffi memohon klien mereka hadir.
Sementara itu, pihak BNN mempertanyakan kepentingan Raffi ada dalam sidang praperadilannya karena sudah ada tim kuasa hukumnya. "Apa relevansinya dihadirkan pemohon? Karena Raffi sudah diberi kuasanya," ujar Supardi, salah satu kuasa hukum BNN.
Namun, kemudian pihak BNN menyatakan akan menghadirkan Raffi jika diminta oleh Majelis Hakim. Tetapi, mereka menyatakan pula bahwa mereka membutuhkan surat penetapan berkenaan dengan permintaan itu.

"Apabila PN Jaktim minta Raffi dihadirkan, mohon kami diberi surat penetapan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Raffi itu public figure. Soal keamanan, perjalanan dari Lido ke PN, juga kembalinya dari PN ke Lido, kami utamakan keselamatan. Raffi sendiri masih menjalankan program primer (di Lido)," ujar Supardi lagi.
Di lain pihak, Hotma Sitompoel, salah satu kuasa hukum Raffi, berpendapat, berdasarkan undang-undang, Raffi mempunyai hak untuk datang ke sidang praperadilannya.
"Didampingi atau tidak, itu nomor dua. Jangan diikuti dengan alasan. Saya minta Raffi dihadirkan berdasarkan undang-undang dan perintah pengadilan," katanya.
Akhirnya, menyelesaikan perdebatan tersebut, Majelis Hakim meminta lagi kepada BNN untuk mendatangkan Raffi ke sidang praperadilannya yang berikut, Kamis (7/3/2013).

"Mohon izin principal (Raffi) bisa dihadirkan. Datang tepat waktu karena pihak termohon tadi datang setengah jam telat ya," ucap Sigit.

Sidang praperadilan Raffi kali ini, yang beragenda replik, berjalan tidak lama. Sidang dilanjutkan ke Kamis (7/3/2013) dengan agenda duplik dan pemeriksaan saksi dari pemohon.

Kamis, 31 Januari 2013

Kronologi Penggerebekan di Rumah Raffi Ahmad

Kronologi Penggerebekan di Rumah Raffi Ahmad


Artis, Raffi Ahmad, hadir dalam konferensi pers Dahsyatnya Awards 2011 di Studio RCTI Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu (19/1/2011). Ajang penghargaan bagi insan musik ini akan digelar pada 26 Januari di JIEXPO-Kemayoran. KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI
TERKAIT:
Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggerebekan di rumah milik artis Raffi Ahmad di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2013) pagi. Hasilnya, Rafi dan beberapa rekannya digiring ke BNN, Cawang, Jakarta Timur.
Berikut kronologi kejadian berdasarkan keterangan yang dihimpun Kompas.com dari beberapa narasumber di lokasi penggerebekan.
Sekitar pukul 05.15 WIB, Ma'sun, Ketua RT 09 RW 04 Lebak Bulus, dijemput seorang anggota BNN di rumahnya.
Kepada Ma'sun, petugas BNN meminta kesediaan Ma'sun menjadi saksi dalam penggerebekan di rumah salah seorang warganya. Ia kemudian ke luar dan mengikuti petugas tersebut. Di jalan menuju rumah Raffi, delapan anggota BNN lain telah hadir.
"Mereka parkir di depan Sekolah Widuri, terus jalan kaki ke sini," kata Ma'sun.
Perjalanan mereka terhenti di rumah Raffi. Petugas kemudian masuk ke rumah dan melihat Raffi di ruang tamu mengenakan baju kaus dan celana pendek bersama beberapa rekannya.
Penggeledahan dilakukan di ruang tamu dan lantai bawah, kemudian dilanjutkan ke lantai dua.
Denia, pembantu rumah tangga di rumah Raffi, menjelaskan, beberapa saat setelah pukul 05.00 WIB, ia hendak mematikan lampu rumah. Saat itu sekitar 10 pria berpakaian preman menaiki anak tangga.
Ia kemudian melaporkan kedatangan para tamu tersebut ke suaminya, Umar, yang berada di kamar tidur. Umar keluar dan sempat terlibat perdebatan dengan petugas.
Sekitar pukul 06.30, Umar dibawa ke lantai 1. Saat itu pula Irwansyah dan Zaskia Sungkar terlihat memasuki rumah.
Di ruang tamu, bersama Raffi, saat itu ada Wanda Hamidah dan dua teman dekat Raffi, yakni Rajiv dan seorang teman Raffi yang tidak dikenal Denia.
"Dari dalam rumah, orang BNN bawa dua linting ganja dan sekitar 14 kapsul dalam botol hitam," kata Ma'sun.
Menurut Ma'sun, petugas keluar dari rumah Rafi sekitar pukul 07.30. "Pas warga saya sedang kerja bakti," tutur Ma'sun.
Ardi, warga yang tinggal di depan kompleks rumah Raffi, membenarkan, rombongan orang keluar dari rumah Raffi setelah pukul 07.00, saat warga sedang kerja bakti.
Saat itu, warga tidak menduga terjadi penggerebekan karena mengira sedang dilakukan syuting di rumah host acara musik Dahsyat itu.
Ma'sum melihat beberapa artis ikut dibawa bersama Raffi oleh petugas BNN.
Menurut Denia, suaminya, Umar, ikut dibawa bersama rombongan tersebut.
"Kami tahunya ada rombongan artis karena mobilnya diparkir di depan sekolah. Mereka jalan kaki lewat sini," kata Ardi.
Seperti diberitakan, BNN menangkap total 17 orang dari rumah Raffi Ahmad, Minggu. Empat di antaranya adalah Raffi Ahmad, Wanda Hamidah, Irwansyah, dan Zaskia Sungkar.