Kamis, 17 Januari 2013

Banjir Tenggelamkan Gedung UOB



Banjir Tenggelamkan Tiga Lantai di UOB Plaza Sejumlah kendaraan roda empat nekat menembus genangan air di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Kamis (17/1/2013) siang.

Genangan air di sekitar kawasan Bundaran Hotel Indonesia menyebabkan sejumlah kantor yang berada di gedung-gedung kawasan tersebut tergenang oleh air. Bahkan, ada beberapa kantor yang telah tenggelam akibat berada di basement gedung.
Salah satunya adalah Toko Buku Gunung Agung yang berada di lantai basement 1 Gedung UOB Plaza. Menurut salah satu karyawan, Herry, beberapa kantor lain yang satu lantai dengan tempat dia bekerja telah tenggelam oleh banjir.
"Kantor saya di Toko Gunung Agung di lantai B1 udah tenggelam. Di B1 itu selain kantor saya juga ada Asuransi Asoka, Gereja GBI, Klinik Brawijaya, dan ada beberapa restoran," kata Herry, Kamis (17/1/2013).
Menurut Herry, di gedung UOB Plaza terdapat tiga lantai basement yang saat ini seluruhnya telah tenggelam. Lantai basement 1 merupakan kompleks perkantoran dan restoran, basement 2 adalah tempat parkir serta kantin karyawan, dan basement 3 untuk parkir.
"Ada tiga lantai basement, B1, B2, B3, semuanya udah tenggelam. B1 itu kantor dan restoran, B2 kantin ama parkir, B3 parkir semuanya," ujar Herry.
Banjir yang menggenangi permukaan jalan di kawasan Bundaran HI mencapai ketinggian 1 meter atau sepinggang orang dewasa. Hal itu membuat lalu lintas kendaraan menuju Bundaran HI, baik dari arah utara maupun selatan, mengalami macet total.

Bocah 7 Tahun Bawa Pistol ke Sekolah


Bocah 7 Tahun Bawa Pistol ke Sekolah
New York, - Astaga! Seorang bocah berumur 7 tahun ketahuan membawa pistol ke sekolahnya di Queens, New York, Amerika Serikat. Insiden ini sempat menimbulkan ketegangan selama beberapa jam di sekolah seiring upaya polisi untuk memastikan kondisi aman.

Pistol kaliber .22 tersebut ditemukan dalam tas ransel murid Sekolah Dasar (SD) tersebut pada Kamis, 17 Januari waktu setempat. Namun belum diketahui bagaimana pistol semiotomatis itu bisa berada di tas bocah tersebut.

Kepolisian setempat menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (18/1/2013), sebuah magasin berisi 10 peluru yang terpisah dari pistol itu dan kantong plastik berisi 7-10 butir amunisi tambahan juga ditemukan dalam tas si anak.

"Pertanyaan apakah anak tersebut melihat senjata api dan amunisi itu dan memasukkannya ke tas ranselnya, atau kakak laki-lakinya memasukkannya ke situ (tas), masih dalam penyelidikan," kata juru bicara kepala Departemen Kepolisian, Paul J. Browne.

Bocah tersebut tiba di SD Wave Preparatory Elementary School di Far Rockaway pada sekitar pukul 07.30, Kamis (17/1) waktu setempat. Sekitar dua jam kemudian, ibu sang bocah mengetahui kalau anaknya itu membawa senjata api dan menjemputnya ke sekolah.

Kepada pihak sekolah, wanita itu meminta izin untuk membawa pulang putranya guna melakukan pemeriksaan gigi rutin. Namun kemudian wanita itu menanyai putranya apakah dia membawa pistol di tasnya.

Kepolisian saat ini masih menyelidiki bagaimana sebenarnya pistol itu bisa berakhir di tas ransel sang bocah dan bagaimana sang ibu mengetahui pistol itu berada di tas anaknya.

Mobil Pemadam "Kuras" Gedung UOB

Mobil Pemadam "Kuras" Gedung UOB

Mobil Pemadam "Kuras" Gedung UOB Haris Firdaus Suasana pencarian korban banjir yang diduga terjebak di gedung UOB, Jl MH Thamrin Jakarta, Jumat (18/1/2013). Informasi sementara, seorang jenazah korban sudah ditemukan dan dievakuasi.

 Sejumlah kendaraan pemadam kebakaran pagi ini berada di gedung UOB di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Mobil-mobil itu digunakan untuk menyedot air yang masih menggenang di basement gedung itu.
Selain petugas pemadam kebakaran, di lokasi juga banyak petugas kepolisian. Namun, belum diperoleh informasi apakah penyedotan air itu juga sekaligus merupakan pencarian korban banjir yang sejak kemarin diisukan terjebak di gedung dan belum dievakuasi.
Senurut seorang warga sekitar Plaza UOB, Adek (38), satu jenazah korban sudah dievakuasi pada pukul 09.00 tadi. Akan tetapi, informasi ini belum dikonfirmasi kepada petugas terkait.
"Tadi saya lihat satu jenazah diangkat keluar dari basement oleh enam orang," kata Adek. Kondisi jenazah, katanya, sudah dalam keadaan menggembung. "Kondisinya sudah gembung. Kan, terjebak semalaman," ungkapnya.
Diduga, lanjut dia, masih ada tiga orang yang terjebak di basement Plaza UOB. Hingga sekarang, petugas dari kepolisian, pemadam kebakaran, dan keamanan gedung masih melakukan evakuasi.

Tiga Orang Masih Terjebak Banjir

Tiga Orang Masih Terjebak di "Basement" Gedung UOB


Tiga Orang Masih Terjebak di "Basement" Gedung UOB

Banjir yang menenggelamkan tiga lantai basement di gedung UOB Plaza, Kamis (17/1/2013)

 Pihak UOB Plaza mengatakan bahwa tiga orang masih terjebak di dalam gedung yang berlokasi di Jalan MH Thamrin, Jakarta, tersebut sejak Kamis (17/1/2013), sedangkan satu orang sudah dievakuasi.

Menurut Kristi, yang mewakili pengelola gedung, tim penyelamat Polda Metro Jaya dan petugas pemadam kebakaran masih berusaha menguras air dari basement gedung. "Saat ini, pengurasan masih dilakukan dengan menggunakan selang berkekuatan sedot 1.000 liter per menit," kata Kristi, Jumat (18/1/2013).

Ia mengungkapkan bahwa satu dari empat orang tersebut sudah ditemukan. "Kondisinya baik-baik saja, sekarang sudah di rumah sakit," ujar Kristi.

Namun, hingga pukul 11.51 WIB, kata Kristi, belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian tentang kondisi korban yang sudah ditemukan tadi. "Kami masih belum tahu kondisinya seperti apa, semoga masih ada harapan," kata Kristi.

Kristi juga menegaskan bahwa di lokasi tempat tiga orang masih terjebak tersebut masih tersedia rongga udara. Sayangnya, baik Kristi maupun staf gedung lain menolak memberi keterangan lebih banyak perihal peristiwa ini.

Sebelumnya, petugas keamanan gedung meminta wartawan keluar dari gedung tersebut. "Kalau Anda bukan pegawai di sini dan tidak punya kepentingan apa-apa, lebih baik Anda keluar saja," kata seorang petugas keamanan.

Diprediksi, 27 Januari Jakarta "Tenggelam"

Diprediksi, 27 Januari Jakarta "Tenggelam"

Diprediksi, 27 Januari Jakarta "Tenggelam"  Ilustrasi: Banjir di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (17/1/2013). Banjir tersebut mengakibatkan akses Jalan Jenderal Sudirman - MH Thamrin lumpuh.

 Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan seluruh warga DKI Jakarta diimbau untuk waspada terhadap datangnya banjir yang mungkin akan lebih besar dibandingkan dengan 2007. Bahkan, diprediksi, pada medio 26-29 Januari 2013 banjir yang terjadi berpotensi "menenggelamkan" Ibu Kota Jakarta.

Pakar air dari Universitas Indonesia (UI), Firdaus Ali, menjelaskan, curah hujan Jakarta diperkirakan akan terus meningkat, ditambah pada 27 Januari, Bulan akan berada di puncak purnama. Pada saat itu, air pasang di laut akan lebih tinggi sehingga tak dapat menampung air yang berasal dari daratan sehingga potensi banjir di Jakarta diprediksi akan melebihi banjir yang terjadi pada 2007.

Untuk diketahui, pada 2007 curah hujan yang mengguyur Jakarta mencapai 320 milimeter. Curah hujan di Jakarta saat ini sekitar 95 milimeter dan di wilayah hulu (Puncak, Bogor) sekitar 75 milimeter. Satu milimeter air hujan di 1 meter persegi mampu menghasilkan air sebanyak 1 liter.

Dapat dibayangkan, luas Jakarta mencapai 626 kilometer persegi dikali curah hujan di akhir Januari yang diprediksi akan lebih tinggi. Hal itu diperparah dengan air kiriman dari hulu dan kondisi tanah Jakarta yang jenuh akibat pori tanah terisi penuh oleh air akhirnya hanya mampu menyerap air sebanyak 15 persen.

"Nanti kejadiannya bisa lebih hebat dari 2007. Waspada, khususnya di 27 Januari, karena air di darat sekecil apa pun tak akan bisa mengalir ke laut," kata Firdaus, Kamis (17/1/2013).

Saat ditanya mengenai solusi terbaik menghadapi ancaman itu, Firdaus menjawab, pemerintah harus menjamin antisipasi evakuasi, ketersediaan logistik, dan obat-obatan. Menurut dia, sudah tak ada cukup waktu untuk menghindari banjir. "Tak ada yang bisa kita lakukan kecuali berdoa, meminta kemurahan Tuhan. Kalau mau menghindari banjir, dari dulu ke mana saja," ujar Firdaus.

Shakira Rilis Situs Donasi Bayi

Shakira Rilis Situs Donasi Bayi


Shakira berpose di Hollywood Walk of Fame
Menyambut kehadiran sang buah hati, Shakira (35) meluncurkan situs khusus untuk membantu bayi-bayi di seluruh dunia yang rentan terhadap penyakit. Bersama kekasihnya, pesepak bola Gerard Pique, Shakira mengundang teman-teman dan penggemarnya untuk memberikan sumbangan melalui situsnya.
Pengumpulan donasi melalui dunia maya itu merupakan program Shakira sebagai Duta Badan PBB untuk Anak-anak (Unicef). Dari website http://shakira.socialtoaster.com, pengunjung bisa bertamu ke rumah pasangan selebritas tersebut untuk membelikan hadiah yang akan disumbangkan kepada bayi-bayi yang membutuhkan bantuan.
Ajakan untuk menyumbang disampaikan Shakira melalui akun Twitter miliknya. ”Untuk merayakan kehadiran anak pertama kami, kami ingin membantu memberikan hadiah untuk bayi-bayi lain yang kurang beruntung, tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok. Terima kasih untuk yang mau berbagi momen yang tak terlupakan ini,” kicau pemilik album Sale El Sol itu.
Dalam situs donasi tersebut, pengunjung bisa berbelanja barang-barang kebutuhan bayi, dengan harga paling rendah 5 dollar AS dari jenis raket nyamuk hingga vaksin polio.
Baru-baru ini, penyanyi asal Kolombia itu juga memperlihatkan foto-foto dirinya yang sedang hamil bersama sang kekasih, dengan gaya seksi

Korban Tewas Banjir

Korban Tewas Banjir

Banjir besar di Jakarta menelan belasan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis 11 orang meninggal karena banjir ini.

"Penduduk yang meninggal sampai dengan saat ini 11 orang," tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo dalam jumpa persnya di kantornya, Jl Juanda No 36, Jakarta Pusat, Jumat (18/1/2013)

Korban tersebut berjatuhan sejak tanggal 15-17 Januari 2013. Korban meninggal karena berbagai macam sebab.

"Sejak 15 Januari hingga tadi malam karena kesetrum 5 orang, lansia yang sakit 4 orang, dan anak-anak 2 orang," jelasnya.

Berikut nama-nama korban tewas itu:

1. Untung kusnadi (82) warga Kedoya, Kebon Jeruk. Meninggal karena kedinginan dan sakit paru-paru

2. Lusiana (72), warga Tambora, Jakarta Barat. Menggigil di rumah, saat diselamatkan di posko kesehatan sudah meninggal.

3. Sugito (80), warga tambora, Jakarta Bara. Terpeleset di rumahnya dan sakit jantung.

4. Angga (13), warga Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Hanyut di sungai sekretaris.

5. Mak inah (82), warga Kampung Pulo, Jatinegara. Sakit dan usia lanjut.

6. Mujiyo (46), warga Cengkareng, Jakarta Barat. Kesetrum listrik.

7. Muhamad Haikal (2), warga cengkareng, Jakarta Barat. Jatuh dari tempat tidur rumahnya yang terendam banjir 1 meter, ibunya sedang di dapur.

8. Solahuddin (35), warga Kaibata Pulo, Pancoran, Jakarta Selatan. Kesetrum listrik.

9. Wahyudi (26), warga Pancoran Glodok, Taman Sari Jakarta Barat. Kesetrum listrik.

10. Raif Anjar Agasi (13), warga Tanjung Duren, Jakarta Barat. Kesetrum listrik di rumahnya.

11. Masuriyah (50). Kesetrum listrik di rumahnya kebanjiran.