Kamis, 17 Januari 2013

Gavin MJ "Dikeroyok" JKT48

Gavin MJ "Dikeroyok" JKT48


Gavin MJ
Vokalis remaja Gavin MJ (13) mengaku optimistis akan membawa pulang trofi Dahsyatnya Awards 2013 untuk kategori Aksi Panggung Terdahsyat. Ia bersaing dengan grup idol JKT48, trio dangdut Trio Macan, boyband XO IX, dan vokalis pop Syahrini."Harus optimistis dong. Tapi, kalau enggak menang juga enggak apa-apa," kata putra perancang busana Lenny Agustin ini usai jumpa pers Dahsyatnya Awards 2013: Wujudkan Kedahsyatan Cintamu, di Rolling Stone Cafe, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2013).
Gavin memang tak memandang sebelah mata para nomine lainnya. "Siapa yang enggak kenal Syahrini? Dia penyanyi hebat," pujinya. "Kalau JKT48 itu kan satu kampung, ada 48 orang, keroyokan lawan Gavin MJ, yang satu orang," lanjutnya dalam canda.
Namun, pelantun lagu "Someone Like You" ini juga tak berkecil hati menghadapi para nomine yang memiliki peluang lebih besar untuk menerima penghargaan yang akan diserahkan dalam pergelaran di Hall D2, JIExpo Kemayoran, 21 Januari 2013, itu. Gavin menyiapkan strategi khusus untuk meraih suara terbanyak.
"Kalau Gavin, minta vote, paling nge-blast di Twitter atau lewat BBM (BlackBerry Messenger). Misalnya, 50 kali mendukung nanti ditelepon Gavin, atau mendukung 100 kali lebih nanti dapat aksesori dari Gavin," terangnya.
Bagi Gavin, masuk nominasi Dahsyatnya Awards untuk kali pertama merupakan pengalaman yang berharga. "Pertama kali masuk nominasi enggak percaya, enggak mungkin. Sebenarnya, pada 2012 Gavin sudah promo dan akhir tahun masuk nominasi, berarti Gavin sudah masuk level selanjutnya," ungkapnya.

Daming Tak Layak Jadi Hakim Agung

Bercanda soal Pemerkosaan, Daming Tak Layak Jadi Hakim Agung


Sebanyak 12 orang mengikuti seleksi calon hakim agung hari pertama, Kamis (10/1), di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dengan agenda pembuatan makalah. Komisi III mulai menyeleksi 24 calon hakim agung untuk dipilih delapan orang.
Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra, menilai, pernyataan calon hakim agung Muhammad Daming Sanusi yang menyatakan pelaku pemerkosaan tidak perlu dihukum mati karena atas dasar saling menikmati sangat tidak pantas. Indra mengungkapkan, fraksinya akan merekomendasikan untuk tidak memilih Daming sebagai hakim agung.

"Pernyataan calon hakim agung dalam fit and proper test kemarin terkait kasus pemerkosaan memang sangat disayangkan. Saya pribadi mengecam pernyataan tersebut," ujar Indra, Selasa (15/1/2013), di Jakarta.

Menurut dia, meski menurut Daming pernyataan itu hanya bercanda, hal itu sangat tidak layak dilontarkan oleh seorang calon pemutus akhir sebuah perkara. "Pernyataan tersebut merefleksikan rendahnya kepekaan yang bersangkutan," kata Indra.

Dengan sikap Daming itu, Indra berpendapat Daming tidak layak untuk diloloskan. Ia pun menyarankan agar Daming mengklarifikasi pernyataannya dan segera meminta maaf. Ketua DPP PKS ini juga akan mengajukan rekomendasi Fraksi PKS untuk tidak memilih Daming.

"Insya Allah, saya akan merekomendasikan F-PKS untuk tidak memilih Pak Daming dan Insya Allah F-PKS tidak akan memilih dia," ujarnya.

Seperti diberitakan, calon hakim agung Muhammad Daming Sanusi membuat pernyataan kontroversial dalam fit and proper test hakim agung di Komisi III DPR pada Senin (14/1/2013). Daming melontarkan jawaban "nyleneh" saat ditanyakan hukuman mati bagi pelaku pemerkosaan.

"Bagaimana menurut Anda apabila kasus perkosaan ini dibuat menjadi hukuman mati," ujar anggota Komisi III dari Fraksi PAN, Andi Azhar, ketika itu kepada Daming.

Daming pun langsung menjawab, "Yang diperkosa dengan yang memerkosa ini sama-sama menikmati. Jadi, harus pikir-pikir terhadap hukuman mati."

Jawaban Daming ini langsung mengundang tawa. Tidak sedikit pula yang mencibir pernyataan Daming itu. Dijumpai seusai fit and proper test, Daming berdalih bahwa pernyataannya itu hanya untuk mencairkan suasana. "Kami tadi terlalu tegang, jadi supaya tidak terlalu tegang," ujar Daming.

Menurut dia, hukuman mati harus dipertimbangkan baik-baik. Ia beralasan belum memberikan jawaban tegas apakah ia mendukung atau tidak penerapan hukuman mati bagi pelaku pemerkosaan.

"Tentu kami harus pertimbangkan baik-baik kasus tertentu, seperti narkoba, korupsi saya setuju, tapi untuk kasus pemerkosan harus dipertimbangkan dulu. Tadi saya belum memberikan jawaban yang tegas," katanya.

MALAM INDAH

MALAM INDAH
Oleh Helmy Fahtoni

Jam malam telah lewat
menulusuri kedatangan bintang
aku masih terjaga dsini
menanti satu mpian yang tak pasti
aku terdiam di kamar ini
tak akan ada satu jiwa dapat terpenuhi

Aku bosan terus disini
aku bosan terus mengadah ke atas
aku ingin terbang
dalam satu pelukan untuk selamanya
hatiku akan terisi dengan cintamu
aku rindu dirimu

Namun..
itu semua sangat berarti
itu semua sangat berharga
aku berharap ada satu bintang
yang akan menemaniku malam ini
dan selalu tercipta rasa kasih yang bersar

Saat ku tau tentangmu
sesuatu terjadi pada hatiku
jantung terasa berdetak kencang
dan aku bingung
dan kini kau hadir di setiap hariku
dan meyakinkan diriku

PUisi Indah

PENANTIAN CINTAKU
Oleh Ayya

Cinta adalah sebuah anugerah
Laksana permata menghiasi sang bunga
Penantian hanya sebuah ilusi pembuktian cinta
Tak ada kata terukir selain menunggu
Menunggu akan hadir cintamu kepadaku

Entah...
Sampai kapan rasa ini bertahan
Setia untuk dirimu
Kuat hati yang teguh kan menjaga
Semua kepasrahan keyakinan adalah harapan
Aku menanti sebuah cinta darimu
Disini...

GAMBARAN HATIKU
Oleh Iko Istikomah

Malam tak jua menghilang
bintang tak lagi bersinar
. . . . .

Kumbang pun tak lagi menghampiri mawar
batu karang tak tak setegar dulu
. . . . .

Itulah gambaran
hati ku saat ini
tanpa kebahagia
an yang menyapa
hanya kgelapan, kesunyian kehampaAn dan kelukaan yang hati ku miliki saat ini
. . . .

Tak ada lagi secerca cahaya yang biasa menemani
karena cahaya itu perlahan menjauh dan semakin menjauh
sampai ku tak dapat melihat sinarnya lagi
. . . .

Kapan cahaya itu kan kembali
sinari redupnya hati ku kini ? ?
ku hanya bsa berharap layaknya sang mawar yang menanti sang kumbang kan kembali menyapa

contoh puisi terbaru



AKU, KAMU DAN KITA
 Oleh Yudha Yustina

Aku...
tak pernah kosong fikirku
terlukis indah asmara raut wajahmu
tak pernah hampa aliran darahku
karena denyut nadimu adalah separuh hidupku
bagiku sangat berharga kamu itu

Kamu...
laksana permata di langit senja
memberiku sejuta cahaya dalam gelap
menuntunku untuk selalu faham
faham akan rumus-rumus cinta yang kau berikan
percikan tinta yang kau tumpahkan
seakan larut dengan air mata

Engkau merah aku biru
kita melebur menjadi ungu
aku adalah kamu
dan kita adalah satu
satu cinta untuk menikmati surga
aku, kamu, dan kita...
selamanya...

Yenny "3 Macan" Setuju Hukuman Mati Bagi Pemerkosa

Yenny "3 Macan" Setuju Hukuman Mati Bagi Pemerkosa

Grup vokal 3 Macan
Penyanyi dangdut yang juga personel trio vokal dangdut 3 Macan, Yenny Anggraeny, setuju jika hukuman mati dijatuhkan kepada pemerkosa. Yenny juga berpendapat bahwa peristiwa pemerkosaan bukanlah bahan gurauan.
Undang-undang telah menetapkan bahwa pelaku pemerkosaan bisa dihukum maksimal 12 tahun. Tapi, tidak demikian pendapat Yenny. "Hukuman seumur hidup, atau bahkan hukuman mati, lebih tepat bagi para pemerkosa," tekannya ketika diwawancara melalui telepon pada Rabu (16/1/2013).
Yenny mengatakan pula bahwa peristiwa pemerkosaan bukanlah bahan gurauan. Pernyataan itu ia sampaikan berkait dengan kejadian Muhammad Daming Sanusi, seorang calon hakim agung, melontarkan ucapan bahwa hukuman mati perlu dipertimbangkan, karena pemerkosa dan korban sama-sama menikmati hubungan fisik itu.
"Memang tak pantas lah. Tak sepatutnya seorang yang mau mencalonkan diri sebagai hakim agung ngomong seperti itu," ucap Yenny. "Di samping korban bisa merasakan trauma seumur hidup, juga keluarganya. Karenanya, tak layak jika kasus pemerkosaan dibuat becandaan," lanjutnya.
Muhammad Daming sendiri sudah menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat lewat media. Ia juga menjalani beberapa pemeriksaan terkait pernyataannya itu.

Ayah & 2 Putranya Tewas Saat Mendaki Gunung di AS

Tragis! Ayah & 2 Putranya Tewas Saat Mendaki Gunung di AS


Decareaux & kedua putranya (Asia One)
Missouri - Mengenaskan! Seorang ayah dan dua anaknya tewas saat mendaki Gunung Ozark di Missouri, Amerika Serikat (AS). Ketiganya tewas akibat terserang hipotermia saat melakukan pendakian di gunung berbatu tersebut.

David Decareaux (36) yang berasal dari Illinois pergi mendaki bersama kedua putranya, Dominic (10) dan Grant (8) sejak Sabtu (12/1) waktu setempat. Sheriff Reynolds County Tom Volner menuturkan, ketiganya ditemukan oleh petugas penyelamat pada Minggu (13/1) pagi waktu setempat.

Menurut Volner, sang ayah dinyatakan tewas di lokasi, sedangkan kedua bocah laki-laki tersebut meninggal saat dibawa ke rumah sakit. Demikian dilansir Asia One, Kamis (17/1/2013).

Lebih lanjut, Volner menyatakan, Decareaux bersama istri dan kelima anaknya menginap semalam di sebuah penginapan di Ozarks. Ketiga korban dalam insiden ini, menurut Volner, dikenal sebagai pendaki berpengalaman.

"Sungguh sangat tragis. Sangat sulit ketika Anda harus kehilangan separuh anggota keluarga Anda seperti itu," tutur Volner.

Koroner yang memeriksa ketiga korban, Jeff McSpadden, menyatakan penyebab kematian adalah hipotermia. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan, ketiganya berangkat mendaki saat suhu udara mencapai 10 derajat Celcius dan sayangnya mereka hanya mengenakan pakaian biasa, bukan pakaian yang tebal khusus mendaki. Hujan mulai turun saat beranjak sore dan suhu udara semakin menurun.

"Saya rasa mereka sama sekali tidak memikirkan soal cuaca dan mereka tidak bersiap menghadapi cuaca dingin," terang McSpadden.

Pencarian ketiga korban dilakukan oleh sekitar 50 personel kepolisian, pemadam kebakaran dan sejumlah aparat setempat. Ketiganya ditemukan di salah satu bebatuan yang ada di wilayah gunung tersebut. Diduga, mereka tersesat saat hendak kembali ke penginapan. Seekor anjing Labrador berusia 4 bulan yang juga ikut dalam pendakian tersebut ditemukan dalam kondisi selamat.